Penulis Naskah: Kusuma Jaya Bulu(Sosok anak perawan yang mulai jenuh dengan di puncak hayalannya, ungkapkan hasyratnya kepada ibu yang sudah menjanda beberapa tahun. Bagaimanakah cerita selanjutnya? Selamat menyaksikan.)
AMMAKApa yang kamu lakukan di situ? Kalau mau tidur yah, di kamarmu saja. Kasurmu masih baru dalam kamar kan?.
SALMA Yang aku inginkan bukan kasur empuk, ranjang baru atau…..
AMMAKAtau kamu ingin kawin?
SALMA Kawin! Kawin Mak, hari ini bukan zaman Siti Nurbaya, di mana anak perempuan hanya berujung pada kasur dan dapur.
AMMAKTerus kalau bukan zaman Siti Nurbaya lalu zaman apa?
SALMASaman Siti Nurhalisa!
AMMAKSaman Siti Nurhalisa?
SALMASaman siti Nurhalisa, di mana saman Siti Nurhalisa mengkedepankan ilmu dan pengetahuan.
AMMAKLalu?
SALMAAku mau kuliah!
AMMAK Tapi……
SALMAMasalah uang lagi? Kalau membahas masalah itu lagi lebih baik aku tidur dan mengejar masadepan dalam mimpiku saja.
AMMAKSebenarnya, ada sedikit tabungan yang telah lama aku simpan dalam kamar Nak. Bahkan, cincin tunangan Almarhum bapakmu masih aku simpan Nak. Apalagi kamu anak tunggal sayang. Pastilah Ammak akan memberikan yang terbaik untukmu
Adegan ke 2( Adegan ini terjadi dalam mimipi )
TINAEh, dengar-dengar Salma mau kuliah di kota yah?
Subaedah Kata orang seperti itu. Tapi, lihat Ratna yang di sana. Saya dengar dia sedang ngidam!
Sikapnya berubah, dan itu terjadi setelah berbulan-bulan lamanya di kota.
LehaMaksudmu Ratna kuliah?
SalmaTapi tidak semua kan?
Ratnakurasa kalian hanya melihat dari satu sisi pada setiap manusia. Dan andai kalian tahu yang sebenarnya. Kurasa kalian tidak akan berkata demikian.
(Ratna meninggalkan sungai )
Subaedahlihatlah, dulu sikapnya tidak seperti itu. tapi, sekarang kalian lihat saja.
LEHADAN TAK LAMA KEMUDIAN, SALMA AKAN MELAKUKAN HAL YANG SAMA!
SalmaMeskipun aku sudah kuliah, aku akan tetap menjungnjung nilai budaya kita. Aku tak akan pernah berubah. Bahkan, aku bisa mengajari kalian tentang banyak hal.
SUBAEDAHLihat saja Leha, ia baru rencana kuliah di kota. Anak tunggal yang satu ini sudah ingin mengajari kita.
SALMAMaksudku…..
TINASalma, jangan dengarkan mereka. Niatmu baik kok. Saya yakin kamu bisa memajukan desa ini.
LEHAMemajukan desa? Kalian ini kaya aparat pemerintah saja.
Subaedah Betul, atau jangan-jangan Tina juga akan ke kota dan
melanjutkan kuliah juga Leha.
( Tina dan Salma meninggalkan mereka )
LEHASalam untuk kota, salam untuk debu dan salam untuk ilmu dan pengetahuan yang akan membodoh-bodohi rakyat
SubaedahTapi, kalau saya pikir-pikir mereka itu wajar ke kota dan melanjutkan pendidikan.
LEHAMaksudmu apa Subaedah.
SUBAEDAH Karena mereka punya ijazah SMU.
LEHALalu kamu?
SUBAEDAHJangankan Ijazah SMU, membaca saja aku tak bisa.
LEHAWah, kalau begitu ternyata kamu tak bisa juga dipercaya.
SUBAEDAHKamu mau kemana Leha?
LEHAKuliah, cari ilmu dan pengetahuan. Agar tidak mudah di bodoh-bodoi termasuk kamu
Subaedah!
Subaedah di tnggal sendiri dan Salma Terbangun dari Tidurnya)
Adegan Ke 3AMMAKNak, bukankah kamu mau kuliah? Ini tabungan ibu Nak.
Salma tersentak dan menjatuhkan Tabungan dari tanah liat di tangan ibunya)
SALMAMaaf, maaf maafkan aku Ibu. Salma baru saja bermimpi. Ada beberapa teman-temanku tidak mendukung aku kuliah ibu.
RATNATidak kok, kalau aku sangat mendukung kamu Salma.apalagi, kelak kamu akan menjadi tulang punggung keluarga.
AMMAK Yang penting kamu bisa jaga diri Nak. Nanti ratna akan menghantarmu untuk mendaftar di kota.
(Tak lama kemudian Leha dan Tina datang bersalaman)